Tuesday, March 20, 2018

Main Hati dan Dipulihkan Tuhan

Mudah jatuh hati.
Ada orang yang mudah untuk jatuh hati, ada orang yang susah melakukannya.

Saya sempat berpikir saya mudah menjatuhkan hati atau perasaan saya terhadap orang lain. Ketika saya merasa nyaman dan diperhatikan, saya akan mudah suka sama orang. Dulu Saat kuliah, saat sy memiliki pasangan, sy melakukan hal itu karena intens kerjasama kelompok dengan teman, saya sempat merasa "senang" dengan teman saya tersebut. Apa yang saya lakukan? Saya segera memberitahukan hal tersebut kepada pasangan saya 😅. Saya takut membiarkan hati ini jatuh semakin dalam pada kesenangan sesaat itu. Thank God, pasangan saya tetap percaya pada saya dan kami terus belajar sama2 terbuka untuk ke depan. Hal itu pun pernah terjadi pada pasangan saya dan dia terbuka kepada saya. Kami saling mengampuni dan memilih untuk tetap saling mengasihi.
Pentingnya menjaga komunikasi dan keterbukaan dalam relasi memang harus jadi hal yang diperhatikan. Belajar terbuka dari hal-hal kecil hingga hal-hal sensitif.

Namun atas peristiwa yang terjadi pada kami akhir 2017 hingga awal 2018 membuat kami belajar begitu banyak. Kejatuhan saya dalam hubungan kami tahun 2017 adalah saat saya tidak lagi terbuka pada pasangan saya tentang apa yang terjadi dalam hati saya. Saya memupuk dan mengembangbiakkan perasaan yang salah pada orang lain. Saya melepaskan pasangan saya dan "belajar" fokus pada orang yang salah. Saat saya sadar akan kesalahan itu, saya benar-benar kehilangan orang yang saya cintai.

Di saat saya tersadar dan ingin kembali, ternyata pasangan saya sudah menjalin relasi baru bersama orang lain. Keterpurukan, kesedihan, kekecewaan pada diri sendiri terjadi begitu hebat dalam hari-hari saya. Saya menyesali segala kesalahan saya pada Tuhan dan padanya, saya berdoa memohon belas kasihan Tuhan untuk mengampuni saya yang telah memulai kesalahan ini dan untuk kami berdua yang tidak bisa menjaga satu sama lain. Saya bergumul bersama Tuhan, jika Tuhan masih mengizinkan, jika Tuhan masih merestui hubungan kami, kiranya Tuhan perkenankan kami untuk kembali bersama. Saya berdoa jika Tuhan berkehendak, kiranya Tuhan mengisi hati pasangan saya dengan cinta mula-mula kami seperti cinta kami 5 tahun yang lalu.
Perasaan diabaikan yang selama ini tidak pernah dia lakukan, saya rasakan saat itu. Sakit sesakit kemarin tidak pernah saya rasakan sebelumnya... Banyak hal yang saya pelajari dan ambil hikmah dari kejadian ini.

Puji Tuhan, kami berhasil melewati pergumulan kami. Tanggal 24 Februari 2018 menjadi titik balik pulihnya hubungan kami. Dia masih dingin tapi mulai merespon saya. Semakin hari komunikasi kami semakin baik, saya sangat bersyukur untuk proses pemulihan ini.. Thank God!

Tanggal 7 Maret 2018 saya ke Jakarta karena ada training dari Kantor. Kami sepakat untuk bertemu. Singkat cerita, kami sepakat untuk kembali berkomitmen dan saling mencintai dan mengasihi lagi... Dan pasangan saya mengatakan sudah berpisah dengan orang yang pernah dengan buru-buru dia hadirkan antara kami berdua. Kami berdua benar-benar menyesali apa yang pernah kami lakukan, kami benar-benar menyesal pernah menghadirkan orang lain dalam hubungan kami..

Ada beberapa hal yang saya dapatkan selama proses pergumulan saya:
1. Kesetiaan adalah harga mati dalam menjalin hubungan.
"dan dengan memungkiri kesetiaan mereka yang semula kepada-Nya, mereka mendatangkan hukuman atas dirinya" - 1 Timotius 5:12.
Percayalah, tak ada hasil indah dari ketidaksetiaan. Saya pernah jatuh dalam hal ini, dan saya bersyukur Tuhan Yesus dengan Kasih-Nya menyadarkan dan memulihkan saya. Thank God!

2. Jangan Pernah Menyia-nyiakan Orang yang tulus mencintaimu, apapun keadaannya
Komitmen mula-mula harus terus dipegang dalam menjalin hubungan, entah sudah berapa tahun, berapa puluh tahun bersama. Dengan memegang komitmen, kita tidak akan pernah menyia-nyiakan pasangan kita.

3. Ini yang paling utama, LEBIH MENGANDALKAN TUHAN dalam hubunganmu
Saya memang selalu mendoakan hubungan kami, namun hanya sebatas seperti itu. Saya dan dia lupa untuk LEBIH DALAM lagi menghadirkan Dia dalam hubungan kami. Tuhan yang memulihkan hubungan kami kali ini, jadi mulai sekarang kami belajar untuk lebih mengutamakan dan mengandalkan Tuhan. Jangan pernah lagi deh mengandalkan kekuatan diri sendiri, keangkuhan diri sendiri. Karena cuma Tuhan yang mampu untuk memulihkan hubunganmu dan mengisi hubunganmu dengan hal2 terbaik bagi kamu dan pasanganmu.

4. Meredam Keangkuhan dan Menghormati Pasanganmu sebagai Calon Kepala Keluargamu
Saya adalah orang yang cukup keras kepala dan ingin segala sesuatu yang dikerjakan langsung saat saya minta, cukup manja sehingga lupa untuk memanjakan pasangan saya juga. Saya jarang mendengar kata-kata pasangan saya, kadang juga hanya mendengar di awal dan kemudian diulangi kembali.  Mungkin karena terlahir sebagai anak bungsu, saya terbiasa dimanjakan orang tua dan itu terbawa dalam hubungan kami. Melalui kejadian ini, saya belajar untuk lebih menghormati dan menghargai pasangan saya. Mendengarkan semua kata-katanya selama itu mendatangkan kebaikan bagi kami berdua. Toh pasangan kt nanti akan jadi suami/istri kita. Sudah seharusnya kita belajar sejak dini.
Efesus 5:33b "Kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suamimu."

Saya benar-benar dilema saat menjalani hari-hari saya saat itu. Namun saya bersyukur, Tuhan memberikan sahabat-sahabat dan keluarga terbaik yang senantiasa mendoakan dan mendukung saya. Dalam hati kecil saya mengatakan bahwa hubungan kami dipulihkan dan itu yang saya imani dan doakan sampai Tuhan menyatakannya sendiri di depan saya.

Matius 21:22
Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Teruslah imani apa yang menjadi doamu, Dia mendengar seluruh doa-doa kita. Dia tidak menyerah akan kita, jadi jangan pernah menyerah :)

Jika saat ini ada di antara kita sedang bermain hati, berhentilah. Tidak akan ada kebahagiaan utuh di dalamnya. Cintailah pasanganmu dengan sungguh-sungguh dan terimalah dia dalam segala kondisi hidup kalian. Tetap andalkan Tuhan dalam mengasihi pasangan kita..

Matius 6:24a
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada seorang dan tidak mengindahkan yang lain.

Saya sengaja sharing hal ini karena ini adalah komitmen saya sama Tuhan, jika Tuhan mengizinkan hubungan kami kembali, saya akan memuliakan Tuhan lewat peristiwa yg sudah Tuhan izinkan.

Semoga bisa menjadi berkat bagi sesama.
God bless Us

Monday, March 19, 2018

Kepo

Terima kasih sudah mengingatkan saya sore ini, walau diisi dengan sedikit banyak omelan yang bikin mata, hati, telinga “merah”....

Ga usah semua hal d dunia ini km kepoin ya baby... nanti kamu sakit...”

Kebiasaan harus tahu segala sesuatu kadang bikin kita gak sayang sama hati dan diri sendiri... Bahkan dulu untuk menyembuhkan rasa sakit, saya harus mengetahui segala sesuatu dan benar2 melukai diri saya sendiri, agar saya bisa sembuh dan bangkit dari kejatuhan saya...

Tapi untuk kesakitan saya kali ini, saya bahkan menghindari semua rasa sakit itu... Terima kasih udah ingetin saya baby... Saya belajar sesuatu hari ini, masa lalu adalah masa lalu. Kita tidak perlu tahu segala sesuatu tentang masa lalu, ambil beberapa hikmahnya dan teruslah melangkah ke depan...





I love you, Ne! ❤️




Thursday, August 4, 2016

Bangkit dari Mati Suri

Bangkit dari mati suri... Eits, jangan ngerasa horror dulu... Postingan terakhirku udah setahun yang lalu.. Dan baru sekarang lagiii bisa membuka alias login di blogku (percayalah, aq sudah coba masuk akunku sejak seminggu lalu dan terus mencoba kombinasi email dan password yg tepat 😂), daaaan thank God! Kali ini berhasil login. Yeeaaayyyyy 😚 that's why i said, "bangkit dari mati suri".

Aku akan coba untuk kembali rutin dalam menulis dalam blog ini daaan akan menceritakan banyak hal yang aku alami, 😁

See yaaa in my next post 😉

Thursday, June 18, 2015

Let it Go

Hari ini aku bertambah usia.. Udah cukup tua dan harus belajar utk selalu dewasa dan bijak... Maka di subuh ini juga aku merelakan dia untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Jika dia tidak bahagia denganku, aku tidak ingin menahannya lagi. Mungkin sebenarnya hubungan ini udah gak sehat, tapi kamu terus berusaha membuat segala sesuatunya tampak baik2 saja.. Tapi subuh ini, aku langsung dikasih pelajaran baru. Pelajaran merelakan orang yang aku sayang. 
Jika dia memang ditakdirkan untukku, dia pasti akan kembali lagi.. Tapi jika tidak, mungkin 35 bulan cukup untuk membuat dia belajar ttg wanita dariku, dan aku belajar ttg pria dari dia... Entahlah apa hubungan ini akan bertahan sampai usianya yang ke 36 bulan. Tapi yang jelas, aku tidak mengharapkan apapun lagi. 
Aku harus menjaga hatiku juga, bukan? Aku sayang sama dia, tapi aku juga tidak ingin menyakiti hatiku. Aku pantas untuk bahagia. Aku pantas untuk memperoleh kebahagiaanku. Entah dengan dia atau tidak. Aku merasa hidupku terlalu singkat untuk dihabiskan dengan hal2 simpel yang tidak dapat ditoleransi.
Sayang? Tentu aku sayang sama dia. Tapi aku ingin menerapkan sayangku ini dengan cara yang berbeda sekarang. Yaaa mungkin ini pelajaran di usia yang baru.
Aku hanya ingin hidup tenang, damai dan bahagia. Udah itu aja. Dan aku akan menciptakan hidup itu dengan orang2 yang juga ingin menciptakannya...
Kalaupun pada akhirnya hubungan ini berakhir dengan cara seperti ini, ya mungkin sekarang cara terbaik untuk mundur perlahan. Sekali lagi, aku sayang sama dia, tapi mungkin ini cara terbaik. 

Sedih

Gak nyangka aja semalam dibikin sakit hati banget sama pacar. :'( ini hati bang, bukan mainan 😔

Sunday, March 8, 2015

Bimbang

Harus menjalani sesuatu yang bukan dari hati kita memang bukan perkara mudah.  Aku suka melakukan segala sesuatu menurut hatiku, entah itu benar atau tidak, tapi ketika kita melakukan sesuatu dengan hati kita, susah, buruk, bahagia, senang, bahkan air mata yang akan terjadi tidak akan pernah sesesak saat itu terjadi ketika bukan terjadi dari hati….
Saya memiliki impian untuk memiliki usaha, menjadi pengusaha independen, tidak tergantung pada orang lain (ya walau kita tetep disebut makhluk sosial yang tentu tetap membutuhkan orang lain), tapi aku lebih suka apabila masa depanku ditentukan dengan hasil usahaku, bukan kehendak orang lain..

Sampai saat ini, saya telah mencoba berbagai usaha yang jatuh bangun, usaha yang membosankan, usaha yang saya lepas, dan sebagainya.. Dan sampai pada titik ini, saya harus mengebelakangi ego saya untuk membahagiakan orang tua. Orang tua saya berasal dari latar belakang PNS (Pegawai Negeri Sipil) daan tentu saja mereka beranggapan bahwa menjadi PNS seperti mereka merupakan jalan terbaik bagi masa depan anak-anaknya. Atau paling tidak memiliki pekerjaan tetap di suatu tempat. Ya, saat ini saya harus menuruti mau orang tua saya. Saya tidak ingin menunda-nunda membahagiakan mereka lagi. Hampir dua tahun saya habiskan dengan ego saya.

Beberapa saat lagi saya akan meninggalkan kota Jogja dan harus mencoba peruntungan saya di Papua. Entah mengapa ini begitu berat bagi saya. Kemarin saya di Papua selama 4 bulan lebih dan saya tidak merasa seperti seberat sekarang. Hati saya begitu berat, sehingga berdampak pada kesehatan tubuh saya sendiri. Saya berat meninggalkan Jogja, meninggalkan rumah, meninggalkan pasangan saya di Jakarta :’( dan tentu saja berat meninggalkan Jessen, Juvi, Juon, Twinkle, peliharaan saya di Jogja. Ini begitu berat, bahkan saya percaya tak ada yang dapat benar-benar merasakan ini.. Aku tidak ingin meninggalkan semua ini… Mereka kebahagiaanku selama ini… tapi sekali lagi, saya tidak bisa egois lagi. Saya memilih untuk tetap melanjutkan rencana untuk pindah ke Papua… Walau berat.

Saya masih sangat berharap untuk bisa tetap di sini, melanjutkan mimpi saya sebagai pengusaha, mandiri, memiliki usaha yang dapat menjadi berkat bagi orang lain lewat lapangan pekerjaan usaha saya.. Saya berharap ini dapat menjadi langkah baru bagi kehidupan saya, keluarga saya.. Semoga saya bisa tetap membahagiakan orang tua saya dengan tetap memegang mimpi-mimpi saya.. Yaaa, Tuhan jua yang mengerti hatiku ini… Tuhan jua yang akan menyempurnakan semua rencana-rencana ini..


Nostalgia

Di tengah kesenjanganku, aku membuka lagi album-album foto dan video di laptop. Menemukan kisah-kisah yang selama ini telah terpendam bersama waktu yang berlalu.
Satu kata yang mungkin sangat mewakili perasaan hatiku ini... RINDU!

yaa, aku rindu masa-masa itu.. aku rindu setiap pribadi yang ada di dalam bidikan-bidikan camera sederhana jaman dulu.
Waktu lihat gambar-gambar itu sekarang dan kemudian bandingkan sm sekarang, terkadang rasa aneh sih... hahha.. Dulu yang masih pacaran, eh udah putus aja sekarang. Yang dulu biasa-biasa aja malah jadian sekarang.. Yang dulu cuma pacaran, sekarang sudah nikah dan punya anak aja... What a life :)
Rindu mereka semuaaa :)

Capita Selecta 2010
Big Family Dance For Jesus (DFJ)
Natal Pemuda 2010


with X-boy 2010
Traktiran kak Rina Ultah

Masa PDKT X-boy 2010 
Me, 'Oma' Prima, Dian

DFJ Dance Natal 2011

DFJ Team and Guest Dancer 2011

Kebersamaan di PH

Tim Multimedia Natal 2011
Masa Lalu
Our KTB
DFJ


Pelayanan DFJ di GKMI Kudus

Pertama kali jadi SL didampingi kak Jego
Cari Dana Pemuda



Kebersamaan DFJ


Pelayanan Sosiodrama
DFJ Retret
Tim Ekspresif
Sosiodrama